Home » » Logistik Pemilu Harus Efektif dan Efisien

Logistik Pemilu Harus Efektif dan Efisien

Written By kpu tanjungpinang on Jumat, 07 Februari 2014 | 07.59


Jakarta, kpu.go.id- Kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan logistik kotak suara yang berbahan kardus bukan tanpa alasan. KPU mempunyai semangat menjadikan pemilu 2014 selain jujur dan adil, tetapi harus lebih efektif dan efisien dari pemilu-pemilu sebelumnya.

Hal itu terungkap, Rabu (5/2/2014), pada lanjutan rapat Konsolidasi Nasional yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Hadir di tempat tersebut, komisioner KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota yang membidangi divisi keuangan, umum dan logistik.

Menurut Komsioner KPU Arief Budiman yang menjadi narasumber pada rapat tersebut, kotak suara berbahan kardus mempunyai ketahanan yang kuat untuk menyimpan logistik di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Arief juga telah mencoba dengan menduduki kotak suara tersebut dan terbukti. Hal itu menepis kekhawatiran berbagai pihak yang menyangsikan kekuatan kotak suara berbahan kardus itu.

“Saya coba ambil kotak suara, saya duduk di atas kotak suara itu dengan berat badan saya yang mencapai 94,5 kg, kotak suara itu kuat. Kalau yang dimasukkan kotak suara itu hanya formulir, surat suara, C2 plano, dan amplop kira-kira total berapa itu beratnya kotak suara? Paling 10 kg, malah terlalu berat,” pungkas Arief.

“Pemilu 2014 harus murah, simple dan efektif. Jadi, setelah dipakai pada pemilu 2014 tidak perlu susah-susah menyimpannya, tidak perlu biaya perawatan dan gudang, langsung musnahkan. Untuk harganya, rata-rata kardus kotak suara hanya Rp.50.000 – Rp.100.000, sedangkan untuk yang berbahan alumunium bisa mencapai Rp.300.000, lebih murah 1/3-nya,” lanjutnya.

Logistik pemilu, lanjut Arief, didesain untuk menyelenggarakan pemungutan suara di TPS. Bukan untuk ditendang atau disiram.

“Jadi, andaikan diperlakukan secara normal, kena percikan air kena rintik-rintik hujan itu tidak apa-apa. Tapi ketika diperlalukan secara tidak normal ya rusak semua, jadi sudah dipertimbangkan itu. Kalau dibuka kotaknya lalu disemprot pakai air ya jelas rusak. Bahan alumunium kalau ditendangi ya pasti rusak juga,” ujar mantan Komsioner KPU Provinsi Jawa Timur itu.

Terkait dengan keamanan kotak suara, semua hal pasti ada celahnya. Tergantung niat dari masing-masing pihak. Kalau ada pihak yang mempunyai niat buruk, tidak ada yang sempurna. Kalau mau sempurna, kata Arief, maka kotak suara terdiri dari brankas. membukanya harus pakai kombinasi, bukan hanya aman dari niat buruk, tetapi juga dari air dan api. Tapi berapa anggaran negara yang harus dikeluarkan untuk memproduksi itu.

“Di luar negeri kardus kotak suaranya jauh lebih tipis dari yang buat sekarang. Dindingnya terbuat dari mika transparan, jadi semua orang bisa lihat ketika surat suara masuk ke dalam kotak. Jadi tidak ada yang punya niat buruk,” ucapnya.

Diakhir acara, Arief menghimbau kepada seluruh komsioner KPU divisi logistik untuk memeriksa kembali logistik pemilu yang diproduksi oleh KPU provinsi maupun oleh KPU kabupaten/kota, sehingga tidak ada kekurangan logistik untuk pemilu nanti. (ook/red. FOTO:ook)

Sumber : kpu.go.id


Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Komisi Pemilihan Umum - All Rights Reserved